Rabu, 09 Desember 2015

KESENGSARAAN DI NERAKA

Tidaklah pantas jika orang yang mengetahui kesengsaraan di neraka dan menyakini adanya siksa kubur serta dahsyatnya siksa Allah SWT  masih berfikir untuk bersenang senang, sebelum  tahu dirinya telah aman dari ancaman itu.

Firman Allah Ta’ala :


فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ 
Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. QS. At Taubah (9):82

Sudah datangkah kepadamu berita (Tentang) hari pembalasan?. Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, Bekerja keras lagi kepayahan, Memasuki api yang sangat panas (neraka), Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. QS. Al-Ghaasiyah (88) : 1-7

Pintu-Pintu Neraka dan para penghuninya

Ketahuilah Neraka itu mempunyai banyak pintu, setiap pintu dihuni oleh orang-orang munafik, Kafir, musyrik, iblis laknatulloh, Yahudi, Nasrani dan para pendosa yang tidak bertaubat hingga ajal menjemput.

Pintu yang paling bawah namanya Hawiyah. Pintu neraka ini ditempati oleh orang-orang munafik,   firman Allah Ta’ala ;"Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyyah" (QS.Al-Qari'ah :9).

Pintu kedua namanya Jahim.  ditempati oleh orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah.  Firman Allah Ta’ala :"Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat" (QS.Asy-Syu'araa :91).

Pintu ketiga namanya Saqar, tempat arang-orang shabi'in. yakni orang-orang yang menyembah berhala atau menyembah patung-patung yang dibuat bangsanya sendiri, Allah telah berfirman yang artinya :"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)" (QS. Al-Mudatstsir : 42)

Pintu keempat namanya Ladza,    Di dalamnya ditempati Iblis laknatullah beserta orang-orang yang mengikutinya dan orang-orang yang terbujuk rayuannya. Kemudian orang-orang Majusi pun ikut serta menempati neraka Ladza ini. Mereka kekal bersama Iblis di dalamnya. Allah telah berfirman : Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak". (QS. Al-Ma'arij : 15).

Pintu kelima namanya Huthamah, tempat orang-orang Yahudi dan para pengikutnya. Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an : "Dan tahukah kamu, apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan". (QS. Al-Humazah : 5-6).

Pintu keenam namanya Sa'ir,  Di dalamnya ditempati oleh orang-orang Nashrani dan para pengikutnya.  Allah Ta'ala telah berfirman :"Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)".(QS. Al-Insyigaq : 12).

Pintu ke tujuh namanya pintu neraka Jahanam. Merupakan pintu neraka yang paling atas.  Di dalamnya berisi umat yang melakukan dosa-dosa besar dan tidak tobat sampai mereka meninggal dunia

Makanan penghuni Neraka adalah Zaqqum

Firman Allah Ta’ala :
Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Dia adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala.  Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan.Maka Sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, Maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian sesudah Makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. QS. Ash-Shaaffat (37) : 63-67

Minumananya adalah Godogan Tembaga yang membakar wajah

Firman Allah Ta’ala :
 Dan Katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka Barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan Barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. QS. Al Khfi (18):29

Pakaian ahli neraka adalah Api yang menghancurkan Kulit dan Isi Perut

Firman Allah Ta’ala :
Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). QS. Al Hajj (22):19-20

Setiap kali hancur dikembalikan seperti semula 

Firman Allah Ta’ala :
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. QS. An-Nisa (4) : 56

Tempat tidur Ahli neraka beralaskan Api

Firman Allah Ta'ala :
Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka)[ Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang zalim, QS. Al’A’raf (7) : 41

Penghuni neraka menyesal, sedih, dan menangis sampai air matanya kering dan berganti darah

Dari Abdullah bin Qois radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Sesungguhnya penghuni neraka menangis, sampai jika kapal dialirkan ke dalam air matanya niscaya kapal tersebut akan berjalan. Bahkan mereka akan menangis terus sampai keluar darahkarena kehabisan air matanya.” (Dishahihkan oleh Syaih Al-Albani dalam as Shahihah no.1679)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap penghuni neraka akan melihat tempat tinggal mereka di surga dan berkata: ‘Jikalau Allah memberikanku hidayah (didunia niscaya aku tinggal disitu)’. Dan itu akan menambah sedih dan penyesalan mereka. Penghuni surga juga akan melihat tempat tinggal mereka di neraka dan berkata: ‘Jika bukan karena Allah (pasti aku akan masuk ketempat itu)’.dan ini akan menambah mereka untuk bersyukur”. Kemudian Rasulullah membaca firman Allah:“supaya jangan ada orang yang mengatakan: "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku Sesungguhnya Termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah )” (QS. Az-Zumar: 56) [Dishahihkan oleh Syiakh Al-Albani dalam as shahihah no.2034]

Perintah menjaga diri dan keluarga dari siksa  api neraka


$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3Î=÷dr&ur #Y$tR $ydߊqè%ur â¨$¨Z9$# äou$yfÏtø:$#ur $pköŽn=tæ îps3Í´¯»n=tB ÔâŸxÏî ׊#yÏ© žw tbqÝÁ÷ètƒ ©!$# !$tB öNèdttBr& tbqè=yèøÿtƒur $tB tbrâsD÷sムÇÏÈ  
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. QS. At-Tahrim (66):6


Hadanallah wa iyyakum ajma’in (semoga Allah selalu memberi petunjuk kepada kami dan anda semua)
Wasalamualaikum wr wb

Rabu, 28 Oktober 2015

YAUMUL HISAB (hari perhitungan)

WUJUD KEADILAN ALLAH SWT ADALAH YAUMUL HISAB

Yaumul hisab atau hari perhitungan amal adalah hari dimana Allah SWT memperlihatkan kepada hamba-hamba-Nya tentang amal mereka. Allah Ta’ala berfirman:
“Sungguh, kepada Kami-lah mereka kembali. kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kami-lah membuat perhitungan atas mereka.” QS. Al-Ghasyiyah (88): 25 – 26
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sering berdoa di dalam sholat dengan mengucapkan:
اَللَّهُمَّ حَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيْرَا
Allohumma haasibni hisaaban yasiiro (Ya Allah, hisablah diriku dengan hisab yang mudah.”
Kemudian ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya tentang apa itu hisab yang mudah? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Allah memperlihatkan kitab (hamba)-Nya kemudian Allah memaafkannya begitu saja. Barangsiapa yang dipersulit hisabnya, niscaya ia akan binasa.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, VI/48, 185, al-Hakim, I/255, dan Ibnu Abi ‘Ashim dalam Kitaabus Sunnah, no. 885. Hadits ini dinilai shohih oleh al-Hakim dan adz-Dzahabi).  
Allah SWT bersifat Maha adil dan Maha Bijaksana salah satu wujudnya adalah  Allah SWT tidak akan menganiaya satupun dari makhluknya,  dan tidak akan meletakan sesuatu perkara bukan pada tempatnya. Allah SWT tidak akan mempersamakan antara orang-orang yang Taat dengan orang-orang yang kafir & durhaka, antara orang-orang mukmin dengan orang-orang musyrik, juga antara orang yang berbuat baik dan berbuat buruk demikianlah seterusnya. Sebabnya ialah mempersamakan antara dua macam golongan tersebut diatas merupakan penganiayaan yang luar biasa serta kekurangan akal yang melampaui batas ketentuan.

Firman Allah Ta’ala : QS. Al Jatsiyah (45) : 21-22

Mempersamakan kejadian dan kedudukan antara  orang-orang yg taat dalam kebaikan  dengan orang-orang yang berbuat keburukan adalah cara pemikiran Jahiliyah yang mengira bahwa kehidupan di dunia hanyalah sebagai permainan dan untuk bersenang-senang belaka, hal ini diterangkan dalam Al Qur’an surat Shad (38): 27-28
Amat disayangkan jika masih ada saja orang-orang yang belum menyadari hal ini, bahkan hanya sedikit sekali yang mengingat hal itu, Firman Allah Ta’ala :

QS. Al Mu’min/Ghafir (40) : 57-59

Adapun orang-orang Musyrik dan kafir mereka itulah yang sebenar-benarnya tidak percaya terhadap akan adanya yaumul hisab, bahkan mereka membantah dengan membuat angan-angan sesuai keinginan mereka bahwasanya nasib semua makhluk ciptaan Allah adalah sama, Allah SWT membantahnya dalam Al Qur’an,
Firman Allah Ta’ala : QS. An Najm (53) : 31

itulah puncak dari penerapan kebijakan Allah sehingga akan dapat dibedakan mana yang Haq dan mana yang bathil, akan nampak pula antara siapa yang beriman dan siapa yang kafir.
TATA CARA HISAB

Diriwayatkan dari ‘Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَجْمَعُ اللهُ الأَوَّلِيْنَ وَالآخِرِيْنَ لِمِيْقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُوْمٍ قِيَامًا أَرْبَعِيْنَ سَنَةً شَاخِصَةً أَبْصَارُهُمْ يَنْتَظِرُوْنَ فَصْلَ الْقَضَاءِ
“Allah mengumpulkan semua manusia dari yang pertama sampai yang terakhir, pada waktu hari tertentu dalam keadaan berdiri selama empat puluh tahun. Pandangan-pandangan mereka menatap (ke langit), menanti pengadilan Allah.”(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi ad-Dunya dan ath-Thabrani. Hadits ini dinilai shahih oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wat-Tarhib, no.3591).
Ketika kesusahan yang mereka rasakan semakin memuncak, akhirnya mereka mencari orang yang dapat memberikan syafa’at, agar Allah Ta’ala segera mempercepat keputusan-Nya. Mereka pun akhirnya berusaha mendatangi Nabi Adam, kemudian Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa bin Maryam untuk meminta syafa’at darinya, namun mereka semua menolaknya. Pada akhirnya mereka datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, untuk meminta syafaat dari beliau. Dengan izin Allah Ta’ala, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammemberikan syafaat kepada umat manusia, agar mereka diberi keputusan. (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 4712 dan Muslim, no. 194 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
HISABNYA ORANG MUKMIN
Sesungguhnya Allah mengadili hamba-Nya yang mukmin seorang diri pada hari Kiamat, tidak seorang pun yang melihatnya dan tidak seorang pun yang mendengarnya. Allah Ta’ala benar-benar menutupi aibnya sehingga tidak seorang pun yang mengetahuinya. Allah menunjukkan kesalahan-kesalahannya dan berkata kepadanya: “Apakah kamu mengetahui dosa ini? Apakah kamu mengakui dosa ini?” Maka dia menjawab, “Ya wahai Rabb-ku, aku mengetahuinya.” Tiap kali ditunjukkan dosa-dosanya, ia terus mengakuinya sampai-sampai ia merasa pasti binasa. Lalu Allah Ta’ala berfirman kepadanya:
فَإنِّي قَدْ سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيا، وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ
“Sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosamu di dunia, dan sekarang Aku mengampuni dosa-dosamu.” Kemudian diberikan kepadanya catatan amal kebaikannya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, dalam Fathul Baari, juz VIII hal 353, dan Muslim, no. 2768)
Adapun orang-orang zholim dan munafiq, mereka akan dipanggil di hadapan seluruh makhluk. Para saksi akan menyeru mereka di hadapan seluruh makhluk:
هَؤُلآءِ الَّذِيْنَ كَذَبُوْا عَلَى رَبِّهِمْ أَلاَ لَعْنَةُ اللهِ عَلَى الظَّالِمِيْنَ (18)

 “Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Rabb mereka.” Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zholim.” (QS. Huud: 18) Naudzubillahiminzaalik
Wallohu’alam


Minggu, 12 Juli 2015

TANDA-TANDA AKAN TERJADINYA KIAMAT KUBRA

Dari Anas bin Malik  radhiyallahuanhu: Rasulullah  shalallahu’alaihi wa sallam  bersabda:

بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ -وَضَمَّ السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى

Aku diutus, dan kiamat (demikian dekat) sebagaimana (dekatnya) dua jari ini.” Beliau rapatkan jari telunjuk dan jari tengah.  (HR. Muslim dalam  Ash-Shahih  (4/2268 no. 2951)

Meskipun dekat, namun hari itu Allah SWT rahasiakan.Tidak ada seorangpun mengetahuinya. Firman Allah Ta’ala:
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Rabbku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia.  (QS. Al-A’raf: 187)

Tanda-tanda kiamat (asyrath as-sa’ah) adalah indikasi-indikasi kiamat yang mendahului terjadinya kiamat dan menunjukan kedekatan waktunya. Para ulama membagi Tanda-tanda Kiamat  menjadi dua yaitu,  Tanda-tanda kiamat kecil (asyrath as-sa’ah as-shugra), dan Tanda-tanda Besar (asyrath as-sa’ah al-Kubra). Tanda-tanda Kecil diantaranya telah diutusnya Nabi Muhammad saw sebagai Nabi terakhir dengan sistem Nubuwwahnya (Shahih Muslim no. 3429), Riba dan perzinahan merajalela, lahirnya para pemimpin dari budak sahaya serta perlombaan membangun gedung-gedung yang tinggi (Mutaffaqun ‘Alaihi)
Sedangkan Tanda-tanda Besar jumlahnya menurut hadist ada enam sampai sepuluh. Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بَادِرُوا بِاْلأَعْمَـالِ سِتًّا: طُلُوْعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، أَوِ الدُّخَانَ، أَوِ الدَّجَّالَ، أَوِ الدَّابَّةَ، أَوْ خَاصَّةَ أَحَدِكُمْ، أَوْ أَمْرَ الْعَامَّةِ.

“Bersegeralah kalian dalam beramal (sebelum datang) enam hal: terbitnya matahari dari barat, dakhan, Dajjal, binatang, sesuatu yang khusus untuk kalian (kematian), atau masalah yang umum (hari Kiamat).” Shahih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah bab fii Baqiyyati min Ahaadiitsid Dajjal (XVIII/ 78, Syarh an-Nawawi).
 Dari Hudzaifah bin Asid al-Ghifari Radhiyallahu anhu, Rasulullah  shalallahu’alaihi wa sallam  bersabda : ‘Sesungguhnya ia (Kiamat) tidak akan terjadi hingga kalian melihat sepuluh tanda sebelumnya.’ Kemudian beliau menyebutkan dakhan, Dajjal, binatang, terbitnya matahari dari barat, turunnya Nabi ‘Isa bin Maryam, Ya'-juj dan Ma'-juj, dan tiga khasf (penenggelaman ke dalam bumi); khasf di timur, khasf di barat, dan khasf di Jazirah Arab, dan yang terakhirnya adalah api keluar dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat mereka berkumpul.” (Shahih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah (XVIII/27-28, Syarh an-Nawawi).

Fenomena Dakhan/asap
“Wahai Rasulullah sesungguhnya kami dulu dalam kejahiliyyahan dan kejelekan, kemudian Allah SWT menunjukkan kami dengan kebaikan ini. Apakah setelah kebaikan ini ada kejelekan ? Jawab Rasulullah, “Ya.” Aku kembali bertanya, “Dan apakah setelah kejelekan itu ada lagi kebaikan ?” Rasulullah menjawab, “Ya, tetapi terdapat dakhan/asap di dalamnya.” Aku bertanya, “Apakah dakhan itu?” Rasulullah menjawab, “Kaum yang memberi petunjuk dengan selain petunjukku, engkau mengetahui (kebaikan mereka) dan mengingkari (kejelekan mereka).” (Shahih Muslim, Hadits no.1847 dan Shahih Bukhari, Hadits no.6557 dari Huzaifah ra)

Munculnya Dajjal, Al Mahdi dan Turunya Nabi Isa bin Mayam
Dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :  “Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga dibangkitkan ‘para dajjal (pendusta) yang (jumlahnya) mendekati tiga puluh, semuanya mengaku bahwa mereka adalah utusan Allah (Rasulullah).”

“Kalian perangi jazirah Arab dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian Persia (Iran), dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Rum, dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Dajjal,dan Allah beri kalian kemenangan.” (HR Muslim 5161)

Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad 10898)

“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud 4074)

Maka Allah utus ‘Isa bin Maryam  kemudian hiduplah manusia selama tujuh tahun, tidak ada permusuhan antara dua orang,  [Fathul Baari (6/493)]  hingga Allah kirimkan angin dari arah Syam. Tidak ada seorangpun di muka bumi yang ada kebaikan atau iman dalam hatinya melainkan angin ini akan mewafatkannya.”  [HR. Imam Muslim dalam  Shahih-nya no.294]

Terbitnya matahari dari barat dan keluarnya suatu binatang
Dari Abdullah bin “amr bin Ash, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :  “ Sesungguhnya pertama-tama tanda-tanda yang keluar ialah terbitnya matahari dari arah barat dan keluarnya suatu macam binatang dihadapan orang banyak diwaktu siang hari. Mana yang diantara kedua tanda ini keluar lebih dahulu sebelum yang satunya, maka yang satunya itu akan menyusul dalam waktu yang dekat sekali sesudah terjadinya yang pertama”. (HR Muslim dan Abu Dawud)

Fakta mengejutkan telah dikeluarkan oleh ilmuan dari International Earth Rotation and reference systems service dimana pada hari selasa 30 juni 2015 lalu durasi waktu lebih lama 1 detik dibandingkan hari-hari lainya (fenomena leap second) hal itu dilakukan untuk memastikan waktu pada jam atom tetap sesuai dengan waktu rotasi bumi yang melambat sekitar 1 per 2.000 detik tiap harinya (liputan6.com). Satu hari sebelumnya yakni tanggal 29 Juni 2015 NASA (Badan antariksa AS) mengkonfirmasi video yang dipublikasikan oleh chanel Dubai al arabiya bahwa terbitnya matahari sudah mendekati arah barat menurut fenomena astronomi hal ini disebabkan kekuatan medan magnet bumi berkurang 5% sampai 10% setiap tahun dan diperkirakan tidak akan mampu menahan laju rotasi bumi seperti ribuan tahun lalu. (www.voa-islam.com, rabu 1 juli 2015)

Mempersiapkan bekal untuk Kiamat.
Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam   tidak mengetahui kapan terjadinya kiamat. Oleh karenanya, ketika ada pertanyaan diajukan kepada beliau tentang kiamat, beliau menjawabnya dengan dua jenis jawaban.

Pertama,  beliau jawab pertanyaan itu dengan menyebutkan tanda-tandanya.
Kedua, beliau arahkan penanya untuk melakukan hal yang lebih penting, yaitu mempersiapkan bekal untuk menghadapinya

 Anas bin Malik radhiyallahuanhu berkata: Seorang bertanya kepada Nabi  shalallahu’alaihi wa sallam    tentang hari kiamat, ia berkata: Kapankah hari kiamat? Beliau bersabda: “Apa yang telah kau siapkan untuk menghadapi hari itu?” Dia menjawab: “Tidak banyak bekalku, tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya  shalallahu’alaihi wa sallam  .” Bersabdalah Rasulullah kepadanya: “Engkau bersama orang yang kau cintai.”

Sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam   yang mulia ini benar-benar membahagiakan para sahabat. Kebahagiaan itu terungkap dari ucapan Anas berikutnya:
Tidaklah kita berbahagia (setelah Islam) sebagaimana bahagianya kita dengan sabda Nabi saw: “Engkau bersama orang yang kau cintai.” Kemudian Anas berkata: “Maka aku mencintai Nabi  saw, Abu Bakr (Khalifaturrosulillah) dan Umar (Amirul mukminin); aku berharap akan bersama mereka (di jannah) dengan kecintaanku pada mereka meski aku tidak mampu beramal sebagaimana amal mereka.” 
 [Al-Bukhari meriwayatkan hadits Anas radhiyallahuanhu  dalam  Shahih-nya no. 3688]


Allohu’alam

Selasa, 26 Mei 2015

AHLAK TERHADAP ORANG KAFIR


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu Termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
 QS. Al Maidah (5) : 51

Imam Ath Thabari ketika menafsirkan ayat ini berkata," Siapa menjadikan mereka sebagai (wali) pemimpin dan sekutu dan membantu mereka dalam melawan kaum muslimin, maka ia adalah orang yang sedien dan semilah dengan mereka. Karena tak ada seorangpun yang menjadikan orang lain sebagai walinya kecuali ia ridho dengan diri orang itu, diennya, dan kondisinya. Bila ia telah ridho dengan diri dan dien walinya itu, berarti ia telah memusuhi dan membenci lawannya, sehingga hukumnya (kedudukan dia) adalah (seperti) hukum walinya." [Tafsir Ath Thabari 6/160].

Segala puji  hanya bagi Alloh, hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan dan perlindungan atas keburukan kita dan kekurangan diri kita. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Alloh maka tiada satu pun yang dapat menyesatkanya, sebaliknya siapa saja yang disesatkan oleh-Nya maka tiada satu pun yang dapat memberi petunjuk selain Alloh SWT. Sholawat serta salam senantiasa kita panjatkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam   beserta keluarganya, sahabatnya serta seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabulloh dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad saw.  Seburuk-buruknya perkara adalah yang dibuat-buat (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.
Diantara kewajiban sebagai seorang muslim adalah berakhlaq mulia sesuai tuntunan Al Quran dan Al Hadist sekalipun terhadap orang-orang Kafir. Kewajiban-kewajiban seorang muslim terhadap mereka berbeda sesuai dengan tingkat kekufuran dan permusuhan mereka.  kafir itu ada empat macam ; Kafir Harbi (Muharib), Kafir dzimmi, Kafir Mu’ahid dan Kafir Musta’man .
Kafir mu’ahid yaitu orang kafir yang tinggal di negeri mereka sendiri dan di antara mereka dan kaum muslimin terikat perjanjian damai.  Kafir dzimmi yaitu orang kafir yang tinggal di negeri kaum muslimin dan sebagai gantinya mereka mengeluarkan jizyah  sebagai kompensasi perlindungan kaum muslimin terhadap mereka.  Kafir musta’man yaitu orang kafir yang masuk ke negeri kaum muslimin dan diberi jaminan keamanan oleh penguasa muslim atau dari salah seorang muslim.
Adapun Kafir muharib (orang-orang kafir yang memerangi umat Islam di negeri yang saat itu sedang terjadi konflik antar-pemeluk agama), yaitu orang kafir selain tiga jenis di atas. Kaum muslimin disyariatkan untuk memerangi orang kafir semacam ini sesuai dengan kemampuan mereka.

Firman Alloh Ta’ala :
         •                       •                   •        

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, Sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. meraka Itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. mereka Itulah golongan Allah. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung. QS. Al Mujadilah (58) : 22

                                 
Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali[192] dengan meninggalkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. dan hanya kepada Allah kembali (mu). QS. Ali Imron (3) : 28
[192] Wali jamaknya auliyaa: berarti teman yang akrab, juga berarti pemimpin, pelindung atau penolong.
          • • •       •                          •       •    
(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka Sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.  Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), Maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. karena Sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam, QS. An Nisa (4) : 139-140
     •             •                   
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. QS. Al Baqarah (2) : 120
                  •       
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil. QS. Al Mumtahanah (60) : 8
Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam   bersabda, 
ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
Kasihilah orang-orang yang berada di atas bumi, niscaya Dia (Allah) yang berada di atas langit akan mengasihi kamu. (HR. At-Tirmidzi, no. 1924)
إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ
“Jika salah seorang ahli kitab mengucapkan salam kepadamu, maka jawablah dengan ‘Wa ‘Alaikum’.” (HR. Ibnu Majah, no. 3697; dishahihkan oleh al-Albani)
لَا تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلَا النَّصَارَى بِالسَّلَامِ فَإِذَا لَقِيتُمْ أَحَدَهُمْ فِي طَرِيقٍ فَاضْطَرُّوهُ إِلَى أَضْيَقِهِ
Janganlah kamu memulai salam kepada orang-orang Yahudi dan Nashara. Dan jika kamu bertemu salah seorang dari mereka di jalan, maka desaklah ia ke jalan yang paling sempit/pinggir. (HR. Muslim, no. 2167)
Berdasarkan firman Alloh Ta’ala dan Hadits diatas Islam telah mengajarkan bagaimana bersikap terhadap orang kafir, antara lain :
1. Bersikap baik dan adil selama mereka tidak mengganggu, tidak menunjukan sikap dan perbuatan jahat terhadap orang islam 
2. Bersikap keras, tegas, berjihad dan menyatakan perang jika mereka memerangi kaum muslimin (QS. Al Fath : 29)
3. Tidak menjadikan orang kafir sebagai  teman akrab melebihi teman sesama orang beriman, karena orang kafir selalu berupaya untuk mencelakakan orang-orang yang beriman (QS. Ali imron :118)
4. Tidak menjadikan orang kafir sebagai pemimpin diantara orang-orang yg beriman QS. Ali imron : 28
5. Tidak memulai salam dan menyempitkan ruang geraknya jika bertemu dengannya di salah satu jalan. 
Di jaman yang penuh fitnah seperti sekarang ini dimana telah terjadi penyimpangan yang nyata dimana seorang yang mengaku muslim namun menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dan teman setia bahkan dengan nyata-nyata membantu orang kafir yang memerangi kaum muslimin, maka dengan dasar petunjuk apakah mereka mengambil keputusan seperti itu ???
Menolong orang kafir dalam menindas kaum muslimin  adalah perkara yang sangat berbahaya. Hal ini termasuk pembatal keislaman jika maksudnya adalah menolong orang kafir untuk menindas kaum muslimin  apalagi jika disertai dengan kecintaan pada Dien atau ajaran mereka.  Alloh Ta’ala berfirman, 

       •             •         
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu Termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. QS. Al Maidah (5) : 51

Imam Ath Thabari ketika menafsirkan ayat ini berkata," Siapa menjadikan mereka sebagai (wali) pemimpin dan sekutu dan membantu mereka dalam melawan kaum muslimin, maka ia adalah orang yang sedien dan semilah dengan mereka. Karena tak ada seorangpun yang menjadikan orang lain sebagai walinya kecuali ia ridho dengan diri orang itu, diennya, dan kondisinya. Bila ia telah ridho dengan diri dan dien walinya itu, berarti ia telah memusuhi dan membenci lawannya, sehingga hukumnya (kedudukan dia) adalah (seperti) hukum walinya." [Tafsir Ath Thabari 6/160].
Hendaknya setiap muslim tahu  bahwa ketika ia melakukan cara yang hina ini, amal perbuatannya sia-sia, berupa seluruh ibadah yang ia lakukan terhadap robbnya sebelum ia kembali ke dalam lumpur kemurtadan yang ia ridhoi terhadap dirinya sendiri ini. Kita berlindung kepada Alloh, jika seorang muslim hakiki yang beriman kepada Alloh dan rasul-Nya sampai ridho dengan perbuatan seperti ini. Naudzubillahimindzaalik.
Allohu’alam

MARTABAT PARA SYUHADA DAN KEUTAMAANYA

Bismillah
Syuhada (شُهَداء) merupakan bentuk jamak dari syahid (شَهيد) menurut ulama adalah  mereka yang hilang nyawanya demi meninggikan (memperjuangkan) kalimat Allah SWT [Kitab Ats-Tsamratul Jiyaad Fii Masaa-ili Fiq-hil Jihaad, hal 172]. 
Firman Allah Ta’ala :

وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاء عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ 

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu 
hidup di sisi Rabb-Nya dengan mendapat rezeki. QS. Ali Imron: 169.

Syekh Abdurrahman As-Sa’di berkata: Artinya berjihad melawan musuh-musuh agama Allah subhanahu wata’ala, dalam rangka meninggikan kalimat Allah. (أَمْوَاتًا) yang bermakna mati maksudnya adalah janganlah tersirat di dalam benakmu dan prasangkamu bahwa mereka telah mati dan sirna serta telah menghilang dari mereka kelezatan hidup di dunia dan dari bersenang-senang dengan kemegahan hidup dunia, karena dengan mati di jalan Allah, mereka mendapatkan apa yang lebih besar dari apa yang menjadi impian bagi setiap muslim yaitu mereka hidup di sisi Rabb mereka dan mereka diberikan rizki dengan berbagai kenikmatan yang tidak merasakan keindahannya kecuali oleh orang yang diberikan nikmat oleh Allah dengannya”. [Tafsir As-Sa’di, halaman:124] baca pula QS. Ali Imron (3):169-174
Para Syuhada berada pada tempat yang paling tinggi di sisi Rabb mereka. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad didalam musnadnya dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: Para syuhada berada pada bagian tertinggi surga di pintu surga, pada sebuah kubah berwarna hijau, rizki mereka dari surga keluar darinya baik pada waktu pagi atau siang. (Musnad Ahmad bin Hambal 4/220 no: 2390 dan Ibnu Katsir berkata di dalam kitab tafsirnya: 1/142 dan isnadnya jayyid)
Orang yg mati syahid mendapatkan enam hal di sisi Allah: Diampuni dosa-dosanya sejak pertama kali darahnya mengalir, diperlihatkan kedudukannya di surga, diselamatkan dari siksa kubur, dibebaskan dari ketakutan yg besar, dihiasi dgn perhiasan iman, dikawinkan dgn bidadari & dapat memberikan syafaat kepada tujuh puluh orang kerabatnya. [HR. Ibnumajah No.2789].

Semua keutamaan yang disebutkan di atas berupa Ayat Al Qur’an  maupun Al Hadist  tidak diberikan kecuali kepada mereka yang berjihad di jalan Allah SWT  untuk menegakkan kalimat-Nya dan membela agama-Nya. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Musa Al-Asya’ari berkata: Seorang lelaki datang kepada Nabi Muhammad saw dan berkata: Seorang lelaki yang berperang untuk mendapatkan harta rampasan, dan seorang lelaki yang berperang untuk dikenang, dan seorang lelaki yang berperang untuk diketahui posisinya lalu siapakah yang berjuang di jalan Allah?. Rasulullah saw bersabda: Orang yang berperang untuk menjadikan kalimat Allah yang tertinggi maka dialah yang berperang di jalan Allah” (HR. Al-Bukhari no. 2810 dan Muslim no: 1904)
Adapun orang yang berperang di bawah panji-panji buta, nasionalisme, fanatisme atau kebebasan atau slogan-slogan palsu lainnya maka dia sama seperti apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad saw di dalam hadits riwayat Muslim di dalam kitab shahihnya: Barangsiapa yang berperang di bawah panji buta yang menyeru kepada fanatisme atau membela fanatisme maka kematiannya adalah kematian jahiliyah”. (HR. Muslim no: 1850)
Mati syahid tidak selalu diidentikan dengan mati di medan pertempuran, kembali kepada kesungguhan hati berupa niat yang tulus ikhlas dalam menegakkan kalimat Allah membuktikan ketaatan kepada Allah, Rosululloh dan ulil amri minkum sekalipun mati diatas ranjang syahid insya Allah didapat.   Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Sahl bin Hunaif dari bapakanya bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: Barangsiapa yang memohon mati syahid kepada Allah dengan sebenarnya, maka Allah akan menyampaikannya pada tingkat orang yang mati syahid sekalipuin dirinya mati di atas ranjang tidurnya” (HR. Muslim no: 1909)
“Dari Abu Hurairah r.a, katanya, Rasulullah saw bersabda: Apa yang kalian ketahui tentang syahid?” Sahabat r.a menjawab: Barangsiapa yang terbunuh di jalan Allah maka dia syahid” Lalu Rasulullah saw bersabda: “Kalau begitu syahid di kalangan ummat ku sedikit”, Sahabat r.a berkata lagi, kalau begitu siapakah mereka ya Rasulullah ? Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang terbunuh di jalan Allah maka dia syahid, barang siapa yang mati di jalan Allah, maka dia syahid, barangsiapa yang mati karena cacar maka dia syahid, siapa yang mati terkena diare dia syahid ” (Shahih Muslim, Kitaabul Imaarah no. Hadist 3539) 
Imam Nawawi dalam syarah hadits Muslim diatas menyebutkan: Para ulama berkata: “Yang dimaksudkan syahid diatas adalah selain syahid Fie sabilillah (terbunuh ketika berperang di jalan Allah), mereka itu di akhirat memperoleh pahala para syuhada. Adapun di dunia, mereka dimandikan dan dishalatkan, dalam kitab Al-Iman telah dijelaskan masalah ini.
Adapun syuhada, terbagi kedalam Tiga jenis:
1.      Syahid Dunia Akhirat
Yang dimaksud syahid dunia akhirat adalah orang yang terbunuh ketika berperang di jalan Allah dengan niat yang ikhlas, tidak ada unsur riya, tidak juga berbuat ghulul (mencuri harta rampasan perang). Jenis inilah yang merupakan syahid yang sempurna dan syahid yang paling utama, baginya pahala dari sisi Allah Yang Maha Agung. Soal niat ikhlas atau tidaknya, hanya dia yang bersangkutan dan Allah yang tahu. Manusia hanya menghukumi secara zhahir bahwa dia mati terbunuh di jalan Allah. Sehingga dia layak disebut sebagai syahid. Karenanya jenazahnya tidak perlu dimandikan,tidak perlu dikafankan, tidak perlu disholatkan, ia hanya dikuburkan dengan pakaian lengkap tatkala ia terbunuh syahid.
2.      Syahid Dunia
Yaitu orang yang terbunuh ketika dia berperang, tetapi dia tidak ikhlas karena Allah, bukan demi menegakkan kalimat Allah (Islam). Soal niatnya, manusia selain dirinya tidak ada yang tahu. Akan tetapi ketika jasadnya ditemukan terbunuh ketika berperang melawan kafir, maka ia dihukumi sebagai syahid.Untuk syahid jenis pertama dan kedua ini, terdapat beberapa pendapat. Menurut pendapat Al-Ahnaf (Hanafiyah), mereka tidak dimandikan, tidak dikafani tetapi disholatkan. Menurut Hanabilah (pengikut mazhab Hanbali) mereka tidak dimandikan, tidak dikafankan dan tidak disholatkan. Menurut Malikiyah : Mereka tidak dimandikan, tidak dikafankan, tidak juga di sholatkan. Dan, menurut Syafi’iyah, bahwa mereka tidak dimandikan, tidak dimandikan dan tidak pula disholatkan”
3.      Syahid akhirat saja
Yaitu orang-orang yang mati karena sakit cacar/diare, tenggelam atau orang yang mati tertimpa runtuhan (longsor) dan semisalnya, sebagaimana terdapat dalam hadits-hadits Nabi. Orang yang termasuk kategori ini dimandikan, dikafani juga disholatkan.

Allohu’alam wal hamdulillah